Kepedulian tanpa Tanggung Jawab – Internet

2009 April 14

Entah berapa kali saya berpikir tentang “kebebasan pers” dan efek-efeknya terhadap dunia jurnalisme akhir-akhir ini.

Apa yang saya pikirkan?

Kira-kira seperti di bawah ini:

Tidak sulit untuk kita temui akhir-akhir ini, media-media yang mensudutkan (atau menyudutkan.. whatever!) beberapa pihak tertentu melalui pemberitaanya yang entah didasarkan asas praduga tidak bersalah, atau hanya mencari popularitas belaka.

Bayangkan saja, beberapa waktu yang lalu menjelang pemilu raya Indonesia (pemilu legislatif) ada beberapa pages di facebook yang berisi tentang pendiskreditan Megawati dengan judul “Say No to Megawati”.

Untuk ceritanya silahkan lihat di sini

Contoh pages facebook di atas, adalah salah satu contoh dari beribu-ribu atau berjuta-juta kasus serupa di dunia maya. *saya tidak lebay kalo ini*

Judul post saya kali ini “Kepedulian tanpa Tanggung Jawab” memang saya tujukan untuk hampir seluruh netters yang ada di dunia maya ini, bahkan termasuk saya sendiri yang sering me-nyampah di beberapa tempat (situs).

Entah apa yang dipikirkan oleh beberapa pihak yang kiranya mungkin akan tersinggung apabila dirinya diberitakan secara berlebihan. Gosip, berita, kebohongan dan isu seolah-olah menjadi santapan kita sehari-hari. Beberapa media cetak pun menurut saya hanya mementingkan aspek penjualan semata.

*ya iyalah, jaman gini, mana bisa idup tanpa uang*

terus terang, saya malu dengan tulisan saya ini, di satu sisi saya merasa bahwa saya harus ambil peduli untuk “mengingatkan” beberapa hal yang di luar batas. Di sisi yang lain saya tidak ada bedanya dengan mereka yang menjelek-jelekkan pihak lain. Ahh, sungguh.. menulis posting seperti ini membuat saya muak!!

“Saya tidak ambil peduli dengan beberapa komentar di luar tentang tulisan saya, karena hanya dengan beginilah, emosi saya bisa tersalurkan.”

“Emosi??”

“ya, mungkin begitulah perasaan mereka yang berlebihan di dalam menulis sesuatu. Tanpa pandang bulu, semua dilibas. Norma, peraturan hanya menjadi sejarah saja. Tidak lebihnya seperti kotoran!”

“sudahlah, tidak perlu emosi begitu, toh bukan tanggung jawab anda yang mereka lakukan itu.”

“Hahahahaha, benar juga, kenapa saya harus peduli?? Urusanmu, dudu urusanku.. fu fu fu”

credits:
mas sigit – tengkyu mas, postinganmu memberikanku keberanian untuk “menantang dunia”

ihsan, adek kelasku sg postingane kritis

2 Responses leave one →
  1. 2009 April 14

    lhoh bukane sumbermu kui kakang adi?

  2. 2009 May 6

    sepakat…
    saya dari dulu jg udh gemes..hehehe…

    slm kenal :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS